10 Nama Allah SWT yang TERLUPAKAN

Image

 

Peristiwa menghebohkan mengguncang para cendikiawan muslim. Peristiwa itu adalah LUPANYA para cendekiawan muslim memasukkan 10 nama/gelar Allah SWT. Kecerobohan itu jelas menimbulkan perdebatan sengit antar mereka, karena nama yang sudah sempat digaungkan dan dipopulerkan yaitu hasmaul husna yang berjumlah 99, tidak mungkin ditarik lagi.

Nama-nama yang lupa dimasukkan dan juga mencerminkan sifat Allah SWT yaitu :

1. khairul mâkerin, (Penipu daya terbesar) 3:54,

2. al mutakabbir (Yang sombong, takabur) 59:23 ,

3. al jabbâr (Yang memaksa, penindas, tiran) 59:23,

4. al qahhâr (Yang menaklukkan) 13:16, 14:48, 38:65, 39:4, 40:16 ,

5. al khâfid (Yang merendahkan) 95:5,

6. al mudhell (Yang menghina) 3:26,

7. al mumit (Yang mematikan) 3:156, 7:158, 15:23, 57:2,

8. al muntaqim (Pembalas dendam) 32:22, 43:41, 44:16,

9. al mua’khkhir (Yang menangguhkan) 71:4 dan

10. ad-dârr (Yang menimpakan kemudharatan) 6:17

Tetapi yang menjadi permasalahan ialah: Apakah kaum muslim setuju akan nama-nama tersebut yang jelas2 terdapat dalam Al-Quran? Jadi Asma Allah SWT jadi 99+10=109 Nama Allah. Astafirullah Alazim…..  Subhannaulloh!!

 

 

Sumber: http://kesalahanquran.wordpress.com/2012/08/24/10-nama-allah-swt-yang-terlupakan/

 

 

 

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

sharia unveiled

Muslim Imam held for kidnapping, torturing and murdering a Christian priest
 

Philippines police said they had arrested a Muslim Imam yesterday for taking part in a mass kidnapping by Muslim extremists in 2000 in which a Catholic priest was killed. The suspect, Abdul Jandul, an alleged member of the Abu Sayyaf extremist group, was arrested by police and military agents on the troubled southern island of Basilan, a police statement said.

 

Jandul, who also worked as an Arabic teacher in an Islamic school, had a bounty of P350,000 ($8,400) on his head for his alleged role in the kidnapping of 29 teachers and students that resulted in three deaths. The Abu Sayyaf Islamic militants seized the teachers and students including a Claretian priest, Father Rhoel Gallardo, in Basilan in March 2000.
Most of those captured were freed but Gallardo and three teachers were killed by the Abu Sayyaf. The priest was…

View original post 33 more words

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Syrian forces allegedly kill more than 300 near Damascus in ‘execution-style’ massacre

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Islam dan Nazi

Eratnya hubungan Hitler dengan dunia islam

Video | Posted on by | Leave a comment

Andalusia, Spanyol, Kawasan Kejayaan Muslim dan Sumber Hoax

 

http://en.wikipedia.org/wiki/Andalusia

Image
Hampir sebagian besar wilayah Spanyol dan Portugis dikuasai oleh Islam selama 781 tahun

http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Andalus

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia.

Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, ketika pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya “taifa” yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492).

Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut kembali Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista secara harfiah “penaklukkan ulang”), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2]

Image
Muslim Menyerah Kalah pada Raja Ferdinand dan Ratu Isabella

Penaklukan dan masa-masa awal

Sebelum kedatangan umat Islam, daerah Iberia merupakan kerajaan Hispania yang dikuasai oleh orang Kristen Visigoth. Pada 711, pasukan Umayyah yang sebagian besar merupakan bangsa Moor dari Afrika Barat Laut, menyerbu Hispania dipimpin jenderal Tariq bin Ziyad, dan dibawah perintah dari Kekhalifahan Umayyah di Damaskus. Pasukan ini mendarat di Gibraltar pada 30 April, dan terus menuju utara. Setelah mengalahkan Raja Roderic dari Visigoth dalam Pertempuran Guadalete (711), kekuasaan Islam terus berkembang hingga pada 719 hanya daerah Galicia, Basque dan Asturias yang tidak tunduk kepada kekuasaan Islam. Setelah itu, pasukan Islam menyeberangi Pirenia untuk menaklukkan Perancis, namun berhasil dihentikan oleh kaum Frank dalam pertempuran Tours (732). Daerah yang dikuasai Muslim Umayyah ini disebut provinsi Al-Andalus, terdiri dari Spanyol, Portugal dan Perancis selatan sekarang.

Pada awalnya, Al-Andalus dikuasai oleh seorang wali (gubernur) yang ditunjuk oleh Khalifah di Damaskus, dengan masa jabatan biasanya 3 tahun. Namun pada tahun 740an, terjadi perang saudara yang menyebabkan melemahnya kekuasaan Khalifah. Pada 746, Yusuf Al-Fihri memenangkan perang saudara tersebut, menjadi seorang penguasa yang tidak terikat kepada pemerintahan di Damaskus.

===========

Hal-hal yang berhubungan dengan Andalusia:
1. Ibu kota: Sevilla, Spanyol (ingat sepak bola Sevilla)
Image
Sevilla
2. Cordoba: Kekalifan yang berpusat di Cordoba, disitu terdapat Masjid yang waktu itu terbesar sedunia, Masjid Cordoba
Image

===========

Kenapa Andalusia sangat penting buat Muslim?
Karena Muslim percaya:
1. dikota inilah Islam dianggap ‘berjaya’
2. Sains dan Teknologi Islam (arsitektur, medisin dsb) berkembang disini
3. Muslim berarti bagi perkembangan budaya/teknologi di Eropa. Tanpa kita, kata Muslim, Eropa masih akan berada dalam Abad Kegelapan
3. Percontohan toleransi Islam, Kristen dan Yahudi dibawah Islam
4. Contoh dimana Yahudi dilindungi Islam dan dikejar Kristen

============

Apa yang Salah?
Setelah 800 tahun, Muslim diusir. Muslim lalu marah dan kini di abad 21, ingin merebut lL Andalus kembali dgn berimigrasi dan beranak pinak disana. Bahkan banyak Muslim percaya bahwa dunia Muslim miskin karena pengetahuan mereka dicuri di Andalus.

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/al-qaeda-ingin-bangun-kejayaan-andalusia-t48843/

==========

Ini hanya panduan saja kalau muslim berbicara tentang Andalusia, silakan googling bagaimana muslim memperlakukan non muslim.
Misalnya perlakuan Kristen dan Yahudi sbg warga negara kelas dua dengan hak2 terbatas/dhimmi dan jizyah:

http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Andalus#Treatment_of_non-Muslims

==========

Kesimpulan:
– Muslim akan selalu membicarakan kejayaan kekalifahan Islam jaman dulu dan Andalusia termasuk yang paling dibanggakan mereka ….
– Muslim akan selalu bercerita bagaimana mereka menderita karena diusir dari negaranya oleh kaum Inquisition, padahal namanya menjajah, diusir kan lumrah.
– Muslim akan berhoax ria gimana non muslim diperlakukan dengan adil. Ini sih jelas2 hoax.
– Muslim pelindung Yahudi dan Kristen penjajah tp Yahudi gak balas jasa.

– Oleh karena itu, ANDALUSIA ADALAH KOTA TERPENTING MUSLIM SETELAH MEKAH, MADINAH DAN JERUSALEM!!!!!

 
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Muslim vs Bani QURAIZA (Perang Parit, 627M)

Artikel asli:

http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/b_quraiza.htm

MENGINVASI & MEMBANTAI BANU QURAIZA (‘Quraiza’ berbeda dari bani ‘Quraisy/Quraish’, suku Mohamad, yg juga dimusuhinya !!!)

Image

Setelah menyerang Banu Nadr, berikutnya adalah giliran Banu Quraiza.

=================
http://www.answering-islam.org.uk/Muham … reaty.html
Pertempuran Al-Khandaq (Parit) dan Pertempuran Bani Qurayza

Quraysh (suku Muhamad sendiri !) dan Ghatfan, karena melihat nasib Bani Al-Nadr, ingin menghabisi Muhamad utk selama2nya. Mereka mengumpulkan pasukan besar dan mengepung Yathrib/Medinah [Sahih Bukhari – 4103]. Mohamad, atas usul Salman Al-Farisi, menggali parit disekeliling Yathrib [Sahih Bukhari – 2837], kecuali pada bagian Bani Qurayza karena mereka memiliki benteng besar yg sulit bagi kaum berhala Arab (Qurashy dan Ghaffan) menembusnya, kecuali dgn ijin Bani Qurayza.

Nah, karena Muhamad & Bani Qurayza terikat perjanjian damai,
Muhamad tidak perlu khawatir [Sahih Muslim – 1766 and Sunan Abi Dawood – 3004].

Setelah perang dimulai, Muhamad mulai kekurangan pangan dan persediaan [Sahih Bukhari – 4101 dan Musnad Ahmad – 13808], sahabat2nya ketakutan [Sahih Bukhari – 4103 dan Musnad Ahmad – 10613], dan terlebih lagi TERDENGAR DESAS DESUS (belum kepastian !) bahwa Bani Qurayza akan melanggar perjanjian mereka dan membiarkan tentara berhala Quraysh menyusupi benteng mereka. Namun beberapa waktu kemudian, sebuah badai pasir melanda daerah itu dan tentara Quraysh terpukul kembali, dan karena Bani Qurayza menolak utk membiarkan mereka melewati benteng2 mereka, mereka tidak punya pilihan lain selain mundur [Musnad Ahmad – 22823].

Eeeehhhh … ternyata Muhamad belum puas juga. Mumpung ia punya pasukan tentara bersenjata penuh ia kemudian menyerang … BANI QURAYZA ! Desas desus bahwa Bani Qurayza ingin mengkhianatinya hanyalah alasannya utk menyerang mereka ! Ia mengepung mereka selama 14 hari. Akhirnya mereka, selain shock, menyerah. Dan akhirnya, gara2 desas desus belaka, Muhamad membunuh semua lelaki, memperbudak wanita dan anak2nya [Sahih Muslim – 1769] dan tentu merampas segala harta kekayaan mereka.
=================

Segera setelah Perang Parit, Muhamad mengaku bahwa malaikat Jibril mengunjunginya, “memintanya agar menarik pedang dari sarungnya dan bergerak menuju habitasi Banu Quraiza ‘laknat’ dan memerangi mereka. Jibril mengatakan akan berangkat dgn barisan malaikat dan menggoyahkan benteng2 mereka dan menaruh ketakutan dlm hati mereka.” (2) Sahih Bukhari Volume 5, Book 59, Number 443

Tidak jelas mengapa malaikat sakti spt Jibril masih memerlukan bantuan Muslim utk memberangusi Yahudi kalau ia sudah memiliki “barisan malaikat” yg bisa menggoyahkan benteng2. Namun demikian, sang rasulullah segera memanggil si tukang teriak azan dan memerintahkannya agar mengumumkan permusuhan baru melawan Banu Quraiza,” (2)

Muhamad mengepalai bala tentara 3000 tentara infantri dan 30 pasukan berkuda milik Ansar (pembantu) dan Muhajiri (Emigran).

Banu Quraiza diserang karena dianggap tidak membantu Muhamad saat Quraish menyerang Medinah. Ali bersumpah bahwa ia tidak akan berhenti sebelum ia menebus garisun mereka. Pengepungan ini berlangsung selama 25 hari (?). Akhirnya Banu Quraiza menyerah tanpa syarat. Muhamad memerintahkan para lelaki agar diikat tangan mereka, sementara para wanita dan anak2 disekap secara terpisah.

Melihat ini, suku Al-Aus memohon agar nabi memperlakukan mereka dgn ringan. Muhamad mengusulkan agar Sa‘d bin Mu‘adh, seorang mantan sekutu, diberi tugas utk menentukan hukuman dan mereka setuju.

Keputusan Sa’d – yg luka2 serius dlm perang sebelumnya (the Battle of the Confederates) – adalah agar “semua lelaki bertubuh sehat dibunuh dan para wanita dan anak2 dijadikan tahanan dan kekayaan mereka dibagi2kan antara para pejuang Muslim.” Sahih Bukhari Volume 4, Book 52, Number 280

Dan keputusan sangat keji inipun diterima oleh sang rahmatan lil alamin yg mengatakan bahwa “Sa‘d memberi keputusan sesuai dgn Perintah
Allâh.”

Al-Bubarapouri menambahkan bahwa “Yahudi pantas menerima hukuman keras ini karena pengkhianatan, perasaan anti-Islam dan persediaan persenjataan yg mereka kumpulkan yg terdiri dari 1500 pedang, 2000 tombak, 300 baju besi dan 500 tameng, kesemuanya jatuh ke tangan Muslim.” (4)

Sejarawan Muslim sigap membenarkan alasan serangan ini dgn tuduhan korban “curang”, memfitnah dan “mengkhianati” dan “menyimpan perasaan melawan Islam”. Namun tidak satupun menyebutkan apa persisnya dosa2 Quraiza yg sampai pantas di-genocide secara total itu.

Lobang2 digali di bazar Medinah dan sekitar 600-900 Yahudi dipenggal disana.

Lihat dibawa ini bgm artis Muslim mengabadikan peristiwa tsb.

Image
http://www.booksamillion.com/ncom/books … &ad=FGLBKS
Ilustrasi diatas diambil dari gambar dan buku berjudul ‘The Prophet and the Companions at the Massacre of the Prisoners of the Jewish Tribe of Bani Kuraizah’ (‘Nabi, para Sahabat, pada Pembantaian Tahanan Suku Yahudi, Bani Quraiza’). Penulis: Bazil (Muhamad Rafi), diterbitkan di abad 19, Kashmiri, 17 folio, direproduksi dgn ijin the British Library, London, utk buku Andrew Bostom, ‘The Legacy of Jihad’.

Ok. Mari kita lanjutkan.

Huyai, Ibn Akhtab, kepala Bani Nadr dan ayah Safiyah ditangkap dlm serangan ini dan dibawa ke nabi dgn tangannya diikat pada lehernya. Ia tetap menolak Muhamad sbg rasulullah dan memilih dipenggal ketimbang dipaksa memeluk agamanya. Dan iapun dipenggal pada detik itu juga.

Utk memisahkan lelaki dewasa dari lelaki2 muda, para pemuda disuruh melorotkan celana mereka dan kalau mereka sudah memiliki jembut, dipenggallah mereka.

Sunan Abu-Dawud Book 38, Number 4390
Diriwayahkan Atiyyah al-Qurazi:
Saya berada diantara para tahanan Banu Qurayzah. Mereka (para Sahabat) menguji kami, dan mereka yg mulai tumbuh jembut dibunuh dan mereka yg belum, tidak dibunuh. Saya berada diantara mereka yg belum punya jembut.

Kalau kalian masih juga menganggap bahwa Muhamad adalah rasulullah, anda bukan lagi manusia. Saya percaya, kekejaman nabi terhdp Yahudi asal
Arabia ini sudah jelas menganga didepan mata.

Tidak mungkin seorang rasulullah bisa membunuh sekitar 600 – 900 orang dan mengusir ribuan orang tanpa sedikitpun menunjukkan belas kasih.

Muhamad bukan rahmatan lil alamin, tetapi kutukan syaitan bagi umat manusia. Bahkan pada detik2 kematiannyapun ia masih melanjutkan instruksi bagi dilakukannya ethnic cleansing.

Bukhari Volume 4, Book 52, Number 288
Nabi pada tempat tidur kematiannya, memberi tiga perintah dan satu diantaranya adalah utk mengusir para penyembah berhala dari jazirah Arab.

Bukhari Volume 4, Book 52, Number 176
Diriwayahkan ‘Abdullah bin ‘Umar:
Rasulullah mengatakan, “Kau (Muslim) akan memerangi Yahudi sampai mereka bersembunyi dibelakang batu. Batu2 itu akan mengkhianati mereka dan mengatakan, ‘Ya ‘Abdullah (yi budak Allah)! Ada yahudi dibelakang saya, bunuhlah ia.’ ”

Ia maling, gangster dan perampok picisan. Ia kaya karena harta korban2nya.

Bukhari Volume 4, Book 52, Number 176
Narrated Anas bin Malik:
Orang sering memberikan buah korma kpd nabi (sbg hadiah) sampai ia menguasai Bani Quraiza dan Bani An-Nadir, saat ia mulai membalas hadiah2 orang.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bani Qaynuqa & Perang Badr (624M)

Artikel asli

http://www.faithfreedom.org/oped/SherKhan51028.htm

Muhamad dan Koboi2nya

Sher Khan

2005/10/28

Di sebuah lembah yang sunyi sepi, bersembunyilah segerombolan bandit di balik batu besar2 yang berserakan di lembah itu. Gelisah mereka menunggu korban. Dikejauhan … plak teplok teplok … sebuah kereta kuda bergerak, penuh dengan uang gaji para pekerja rel kereta api.
‘Billy the Kid’ bersiap2 dgn pistol bergagang naga yang terletak di sisi pangkal pahanya dan sebuah pisau tajam di sebelah pangkal paha lain. Senapan laras panjangnya berayun di punggungnya sewaktu ia merubah posisi.

Kemudian … terlihat kepulan debu di ujung jalan. Begitu kereta kuda terlihat, gerombolan bandit dgn sekejap menyerang kereta itu. Dor … dor … dorr!! bunyi letus senapan. Dan dalam waktu sekejap pula, Billy the Kid dan gangnya menembak mati semua pengawal kereta kuda dan merampas tas penuh uang. Malam itu, ‘Billy the Kid’ dan konco2 bengisnya minum2 di salon, merayakan sukses mereka.

Ini gambaran khas film koboi Western, di mana para bandit jarang diam di satu tempat, naik kuda dari satu kota ke kota lain, membawa pistol dan merampok kereta2 kuda atau kereta api. Pihak Sheriff (biasanya pakai bros bintang) dan Marshal adalah kelompok baik yang mengejar
bandit jahat dan membunuh mereka dalam pertempuran tembak2an.
Jaman pertempuran antara bandit dan Sheriff ini – di Amerika dikenal
sebagai “Wild Wild West” (Bagian Barat yang Buas) Amerika.

1400 tahun yang lalu, di tanah “Wild Wild Arabia”, tidak ada sherif atau perwira2 polisi. Yang ada adalah gerombolan orang jahat. Di tahun 624 M, segerombolan bandit sedang menanti di jalan yang menghubungkan Syria dan Mekah. Mereka bermuka segar karena kemarin malam mereka sempat tidur nyenyak karena Muhamad, sang kepala bandit, memerintahkan mereka untuk tidak khawatir. Pagi berikutnya, mereka menunggui kafilah yang penuh dengan muatan emas dan barang2 berharga. Tidak, mereka tidak punya rencana untuk berdagang atau tukar menukar komoditi; mereka menginginkan kekayaan itu dengan jalan termudah – lewat PERAMPOKAN.

Setelah sukses merampok kafilah itu mereka pulang membawa kekayaan. Perampokan legendaris ini dikenal dengan Pertempuran Badr. Kemudian seperti para bandit di ‘Wild Wild West’, mereka pun mabuk2an. Salah satu anggota gang bernama Hamza sedemikian mabuknya sehingga secara tak sadar membunuh dan memotong kedua punuk unta milik Ali, yang kemudian jadi menantu Muhamad. (Minum minuman beralkohol tidak dilarang di jaman awal Islam; baru diwaktu kemudian.)

Ada referensi di Hadis:
“Dikisahkan oleh Ali: Aku dapat unta betina sebagai bagianku jarahan Perang Badr, …. Rasul Allah mulai mengomeli Hamza karena perbuatannya, tapi Hamza mabuk dan matanya merah ….” (Khumus, Sahi Bukhari).

Jika cerita ‘Billy the Kid’ dari ‘Wild Wild West’ seperti dongeng belaka, Perang Badr merupakan kenyataan sejarah yang ditulis di Qur’an, Hadis dan banyak buku2 Islam. Muslim selalu membual tentang kemenangan Muhamad di perang ini, mengira bahwa dia berperang melawan ketidakadilan untuk menegakkan Islam. Kenyataannya, penyerangan mereka bukan serangan balasan, seperti yang dinyatakan di Qur’an. Perang ini bukan perang antara yang tertindas dan penindas, atau antara yang jahat dan baik. Bukan pula perang bela diri. Seharusnya bahkan tidak layak untuk disebut ‘perang’ ataupun ‘pertempuran’ karena seluruh persengketaan cuma alasan Muhamad untuk merampok harta orang.

Gampangnya, ini adalah PERAMPOKAN. Namun para penyebar propaganda Muslim menyampaikannya sebagai Jihad atau perang suci.

Bulan September, 622 M, Muhamad hijrah dari Mekah ke Medina. Dia tidak punya uang. Istri pertamanya, Khadijah, meninggal tahun 619M, ketika Muhamad masih di Mekah. Apakah profesi Muhamad dan pengikutnya setelah hijrah ke Medina? Apakah Allah mengirim mereka makanan lewat pos kilat? Apakah Muhamad pakai kartu kredit? Dia bahkan tidak punya rumah yang bisa digadaikan untuk bayar utang. Jadi, bagaimana membiayai kehidupan mereka ?

Sepanjang tahun 623 M, Muhamad dan pengikutnya merampok kafilah Mekah dan menculik orang2 tak bersalah. Orang Muslim dengan bangga menyatakan serangan ini sebagai ‘operasi militer’, yang sebenarnya sih merupakan usaha penggarongan belaka.

Penyerangan dibagi dalam dua kategori, ‘Ghazawaat’ (kata majemuk untuk Ghazawah), dan ‘Saraayaa’ (kata majemuk untuk Sariya). Jika Muhamad ikut merampok, penyerangan dinamakan ‘Ghazawah’, dan penyerangan tanpa Muhamad disebut ‘Sariya’. Ilmuwan Islam berbeda pendapat tentang jumlah serangan2 ini, tapi diperkirakan ada 17 sampai 27 ‘Ghazawaat’ dan 36 sampai 100 ‘Saraayaa’.

Muhamad menang jackpot di ‘perampokan kafilah yang mengerikan’, yang dikenal sebagai Ghazawaat Al-Badr. Menurut ‘Sirat Rasul Allah 428’ dan ‘Tabari VII:29’:
“Lalu sang Rasul mendengar bahwa Abu Sufyan b. Harb akan datang dari Syria bersama sebuah kafilah besar bangsa Quraysh, mengangkut uang dan barang2 berharga, dan dijaga oleh tiga puluh sampai empat puluh orang.” Muhamad berkata, “Ini adalah kafilah Quraish berisi barang2 kepunyaan mereka, pergi dan seranglah mereka, mungkin Allah mengirimkan mereka sebagai mangsa kita,”

Perang Badr adalah perang ofensif Muhamad. Dia tahu para Muhajirun (pengikutnya yang hijrah dari Mekah) yang miskin dan butuh duit, akan senang merampok untuk dapat kekayaan. Tapi Muhamad tidak begitu yakin dengan orang2 Ansar (orang2 Muslim di Medina yang mengundang Muhamad). Sang Nabi takut orang2 Ansar tidak mau membantunya, kecuali kalau dia diserang musuh di Medina shg mereka tidak merasa bersalah kalau pergi bersamanya melawan musuh Muhamad di luar Medina. (Ishaq 435).
Akhirnya orang2 Ansar setuju dan Muhamad senang punya prajurit2 yang mahir perang ini di pihaknya. Mereka semua menuju Badr, berharap dapat nasib baik.

”Tatkala Abu Sufyan sampai dekat Hijaz, dia mencari kabar dan bertanya pada setiap pengendara unta dengan waswas, sampai dia mendengar berita bahwa Muhamad telah memanggil pengikutnya untuk melawan Abu Sufyan dan kafilahnya. Dia waspada akan hal ini dan menyewa Damdam b. Amr al-Ghifari dan mengirim dia ke Mekah, menyuruhnya untuk memanggil orang2 Quraysh untuk mempertahankan harta benda mereka”. (Ishaq 428).

Ibn Ishaq melanjutkan, “Abu Sufyan bergerak ke arah muka kafilah untuk mengamati keadaan sampai dia tiba di mata air, dan bertanya pada Majdi apakah dia melihat sesuatu yang mencurigakan. Dia menjawab tidak: hanya dua pengendara unta yang berhenti di bukit dan mengambil air dengan kantung kulit. Abu Sufyan pergi ke tempat mereka berhenti, mengambil beberapa tinja unta dan memecahkannya dan melihat bahwa tinja itu mengandung biji2 kurma. ‘Demi Tuhan,’ katanya, ‘ini makanan ternak dari Yathrib.’ Dia seketika kembali ke kelompoknya dan merubah arah kafilah dari jalan ke pantai meninggalkan Badr di sebelah kiri, bergerak pergi secepat mungkin” (Ishaq 437).

Apakah ini menunjukkan keadaan Muhamad dalam posisi defensif ? Seringkali orang Muslim mengeluh bahwa Muhamad tercinta mereka
terpaksa berperang karena dia diserang. Kenyataannya adalah Abu Sufyan yang malang itu berusaha keras untuk menyelamatkan kafilahnya dan meminta bantuan. Memang akhirnya bantuan datang tepat pada waktunya.

Ibn Ishaq menjelaskan, “Ketika Abu Sufyan berhasil menyelamatkan kafilahnya, dia memberitahu orang2 Quraysh. ‘Karena kau datang untuk menyelamatkan kafilah, orang, dan harta bendamu dan Tuhan telah menyerahkannya padamu, kembalilah.’ Abu Jahl berkata, ‘Demi Tuhan, kami tidak akan kembali sebelum kami pergi ke Badr’. Badr adalah tempat diselenggarakannya pasar setiap tahun. ‘Kami mau tinggal di sana selama tiga hari, memotong unta dan berpesta dan minum anggur, dan para wanita akan ber-senang2 bersama kami. Orang2 Arab akan mendengar kami telah datang dan berkumpul bersama, dan akan menghormati kami di masa depan. Jadi, ayolah!’ (Ishaq: 438).

Benar2 orang satu ini! Mabuk2an, pesta dan wanita bermain musik menggambarkan sifat Abu Jahl yang suka ber-senang2, yang tidak peduli dengan kerumitan dunia. Abu Jahl mungkin adalah nama yang paling dibenci dalam Islam. Muslim menggambarkannya sebagai orang jahat. Memang Abu Jahl mempermalukan Muhamad di Mekah, tapi ini karena Muhamad menghina dewa2 orang Quraish. Abu Jahl akhirnya dipancung di pertempuran Badr dan kepalanya digelindingkan ke bawah kaki Muhamad. Namun terlepas dari sifat Abu Jahl, kesimpulannya adalah: orang2 Quraish sama sekali tidak ada maksud menyerang/ofensif ataupun membunuh Muhamad.

Ketika Abu Sufyan mengira dia berhasil mengelakkan perampok, dia mengirim pesan kepada orang2 Quraish yang datang untuk melindunginya dan kafilahnya untuk kembali pulang. Mereka akhirnya berkeputusan untuk menghentikan aksi perampokan Muhamad & koboi2nya untuk selama2nya dgn menghadapinya di Badr.

Di Badr, Muhamad masih beristirahat di tenda darurat yang dibuat oleh para pengikutnya. Dengan restunya, bandit2nya menyerang kafilah; dua dari mereka membawa bendera hitam. Meskipun tidak ditulis di mana pun di tulisan Islam, aku percaya bahwa di setiap bendera itu terdapat gambar tengkorak dan dua tulang. Mereka mengobrak-abrik kafilah, membunuh tiada ampun, menjarah semua barang berharga dan menangkap tawanan2 perang untuk jadi sandera dan ditukar dengan uang.

Hal lain yang penting dalam penyerangan ini adalah jumlah perbandingan orang Muslim dan Quraish. Semua sejarawan setuju bahwa orang2 Quraish lebih banyak daripada orang2 Muslim, tiga banding satu. Jadi, orang2 Muslim menganggap ini muzizat. Allah saking girangnya membantu para perampok ini dengan mengirimkan ratusan ribu malaikat, seperti yang dinyatakannya di sura ‘Al-Anfal’. Ini adalah sura yang menarik dalam Qur’an: ‘Al-Anfal’, berarti ‘jarahan perang’, memang sugestif dan semua 75 ayat dalam sura ini dibuat berhubungan dengan Perang Badr, atau tepatnya Perampokan Badr.

Bayangkan para suporter kiriman Allah membakar semangat orang2 Muslim: ‘Ayo Muslim, ayo, bunuh, rampok, jarah’. Tapi ayat sebenarnya lebih seram lagi daripada itu. Allah nampak bertepuk tangan dgn girang di ayat 8:12 :

‘Ingatlah Allahmu mengilhami para malaikat (dengan pesan): “Aku besertamu: beri keyakinan pada yang Beriman: Aku akan memasukkan terror ke dalam hati orang2 tak beriman: tebas bagian atas lehernya dan potong ujung2 jarinya.”

Alasan kemenangan Muslim bukanlah mukzizat. Biasanya, perampok2 dan pembunuh2 lebih nekad daripada orang2 normal. Mereka tidak rugi apapun2 kalau tertangkap sehingga mereka nekad saja. Kita sering melihat puluhan polisi mengejar beberapa perampok bank; tetapi para perampok itu tetap saja lolos setelah melakukan kejahatan. Lebih lagi, ini adalah situasi win-win bagi orang2 Muslim untuk bertempur di Badr. Jika mati, mereka dijanjikan surga yang penuh dengan bidadari perawan; jika selamat, mereka dapat jarahan perang. Melarikan diri dari medan tempur, namun demikian, bukanlah pilihan yang baik. Meskipun sudah menjelaskan hal ini di sura An-Anfal, Ibn Kathir menegaskannya lagi di ‘tafsir’,

“Melarikan diri dari Perang dilarang dan ada hukumannya, kata Allah memperingatkan mereka yang melarikan diri dari medan perang dan mengancam mereka dengan Api (neraka).”

Sebaliknya, orang2 Quraish enggan untuk bertempur. Mereka tidak punya maksud untuk menumpahkan darah jika harta benda mereka selamat. Ketika orang2 Quraish diminta bertempur, mereka bilang mereka ingin menghindari perang. Ishaq menjelaskan, “Jadi, semua pergi; semua kalangan ningrat pergi kecuali Abu Lahab. Dia mengirim penggantinya al-As b. Hisham al-Mughira, yang berhutang padanya 4.000 dirham. Jadi dia disewa dengan Abu Lahab dengan perjanjian hutangnya akan dihapus” (Ishaq 432).

Jelas tampak bahwa orang2 Quraish tidak haus darah seperti Muhamad; mereka hanya ingin mengamankan kafilah mereka. Mereka juga khawatir suku lain ‘Abdu Manat b. Kinana’, yang cekcok dengan mereka akan menyerang mereka dari belakang.

”Booty” (Barang jarahan) adalah kata populer yang bis berarti ‘pantat’. Ingat khan lagu, “Shake, Shake, Shake (Shake your booty)” (Goyang, goyang pantatmu). Di lagu ini, penyanyi mengajak penonton untuk menggoyangkan pantat mereka dan menari. Akan tetapi, kamus Webster menjabarkan “booty” (barang jarahan) sebagai, “Barang yang dirampas dengan kekerasan atau diperoleh melalui perampokan, terutama barang jarahan yang diambil dari perang; penjarahan; perampokan.”

Rupanya, sepanjang hidupnya Muhamad suka barang2 jarahan; dia menggoyangkan pantatnya untuk dapat barang jarahan. Dia dengan bebas berkata, “Barang jarahan sah bagiku.” (Dikisahkan Jabir bin Abdullah): (Khumus, Sahi Bukhari). Juga di Quran, 008.069. “Tapi (sekarang) nikmati apa yang kau dapat dari perang, sah dan baik: tapi takutlah akan Allah: karena Allah itu Seringkali Memaafkan, Maha Pengampun.”

Setelah sukses merampok, para bandit ‘Wild Wild Arabia’ bersengketa satu sama lain mengenai pembagian barang2 jarahan. Sama seperti yang kita lihat di film2 action, satu bandit berusaha menipu yang lain untuk dapat semua jarahan. Ishaq menjelaskan, “Lalu sang Rasul memerintahkan semua yang dijarah di medan perang harus dikumpulkan bersama, dan orang2 Muslim bersengketa tentang itu. ….” (Ishaq: 456).

Allah, bayangannya Muhamad, akhirnya harus bikin ayat istimewa, Q 8:01. “Mereka bertanya padamu (O Muhamad) tentang barang rampasan perang. Katakan: Barang2 jarahan adalah milik Allah dan utusanNya, jadi lakukan tugasmu pada Allah, dan selesaikan pertikaianmu, dan taati Allah dan utusanNya, jika kau benar2 orang beriman.” Allah melanjutkan (Q. 8:41), “dan ketahuilah dari seluruh jarahan yang kau dapat (dalam perang), seperlima bagian diperuntukkan bagi Allah, dan utusanNya, dan pada sanak keluarga dekat, yatim piatu, yang membutuhkan, dan para musafir, … “

Sungguh sukar dibayangkan Tuhan bisa begitu serakah untuk ambil bagian barang jarahan. Apa yang akan Tuhan lakukan dengan barang2 perhiasan? Yah, ayat ini tentunya membantu Muhamad menafkahi selusin istrinya dan menjalankan administrasi. Benar2 cara jitu untuk jadi milyuner mendadak !

Pakar Muslim terkemuka, Muhamad al-Ghazali (1917-1996, bukan yang ahli agama di abad 12) menulis di bukunya, ‘Perjalanan Melalui Qur’an,’ “Sudah jelas bahwa mendapat jarahan dalam perang bagi Islam, perkelahian melawan musuh2 Allah dan utusanNya, telah jadi cara hidup utama orang2 Muslim ketika mereka secara tulus memenuhi peranannya sebagai ‘dien’ milik Allah saja …” (p.110).

Orang2 Quraish tentu amat mengenal Muhamad. Mereka biasa memanggilnya ‘Mudhammam’, yang berarti ‘tukang bikin gara2’ atau ‘bajingan’, dan bukan ‘patut dipuji’ (Ishaq: 234).

Semuanya adalah karena uang, kekuasaan dan keserakahan Muhamad. Agama hanyalah alat dan iming2 bagi prajurit Islam, membujuk mereka untuk mengorbankan nyawa mereka tanpa ragu. Menyerang kafilah, membunuh dan menculik bagi sang Nabi adalah sah karena perlu untuk mendirikan Islam. Allah, tokoh ciptaan Muhamad, mensucikan semua dosa. Sungguh mengherankan bagaimana seorang Tuhan dapat merestui tindakan2 kriminal ini dan bagaimana seorang nabi bisa melakukan kriminalitas seperti ini untuk menyebarkan sebuah agama!

Yang paling mengherankan, mosok cuma saya saja yang dapat melihat bahwa 1,2 milyar robot Islam diprogram sejak awal, tanpa satupun sel otak di bawah tempurung kepala mereka ?

Posted in Uncategorized | Leave a comment