SOAL MATIUS 28:19 yg di persoalkan Muslim-Muslim

Muslim,mengatakan kalo “amanat agung” Tuhan Yesus dalam matius adalah palsu..

ini refrensi yang muslim berikan

UNTUK SOAL MATIUS 28:19 !
Benarkah Yesus menyuruh pengikutnya untuk menyebarkan Injil ke seluruh bangsa?.

Umat Kristen berfikir bahwa Injil harus disebarkan ke seluruh Bangsa. Mereka mendasarkan diri pada Injil Matius 28 : 19, yang dalam Teologi Kristen ayat ini dikenal sebagai “Amanat Agung Yesus” dan dipakai sebagai alasan Penginjilan di seluruh dunia.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28 : 19)

Para Teolog Barat yang obyektif sepakat mengakui bahwa Matius 28:19 adalah PALSU, karena Injil Matius pasal 28 seharusnya berakhir sampai dengan ayat 15 yang berbunyi: “Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini”. Ayat inilah penutup Matius 28 yang mana pada ayat 15 yang berbunyi “Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini” menjadi ceritera selama puluhan tahun.

Hugh J. Sconfield ( tidak Diketahui apa agama dia), nominator pemenang hadiah Nobel tahun 1959 dalam bukunya The Original New Testament menyatakan sebagai berikut: “This (Matthew 28: 15) would appear to be the end of the Gospel (of Mattew). What follows (Mattew 28 : 16-20) from the nature of what is said would then be a latter addition!” (Profile bisa dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Hugh_J._Schonfield )

Robert Funk, seorang Profesor ilmu Perjanjian Baru dari Universitas Harvard, dalam buku “The Five Gospels” mengomentari ayat-ayat tambahan itu sebagai berikut: “Amanat Agung dalam Matius 28:18-20 diciptakan oleh penginjil” memperlihatkan ide untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia. Yesus sangat mungkin tidak memiliki gagasan untuk mengajarkan ajarannya ke seluruh dunia dan Yesus sudah bisa dipastikan bukan pendiri lembaga ini (Agama Kristen). (Ayat ini) tidak menggambarkan perintah yang diucapkan Yesus. (Profile bisa dilihat di http://www.boston.com/news/globe/obitua … s_seminar/ )

Tanggapan:

Sebaliknya, bagaimana tanggapan teman2 Muslim jika ada yang mengatakan : “Kelompok Zaid bin Tsabit membakar lembaran-lembaran Al~Qur’an (baca: firman Allah) yang mula-mula, sehingga yg ada selanjutnya bukan yang asli lagi….”? Teman2 Muslim tentu akan ber-apology, sebagaimana juga yang kami lakukan terhadap Kitab Suci yang kami imani.

Apa yang dikemukakan di atas dan dikutip oleh si penuduh adalah opini dari orang yang “katanya” ahli Alkitab, dan ini bukan merupakan fakta. Jadi harus dibedakan atara opini dan fakta. Dalam mayoritas teks/naskah Alkitab PB bahasa asli Yunani, ayat-ayat tersebut ada :

Matius 28:16-20 Naskah Textus Receptus
28:16 οι δε ενδεκα μαθηται επορευθησαν εις την γαλιλαιαν εις το ορος ου εταξατο αυτοις ο ιησους
28:17 και ιδοντες αυτον προσεκυνησαν αυτω οι δε εδιστασαν
28:18 και προσελθων ο ιησους ελαλησεν αυτοις λεγων εδοθη μοι πασα εξουσια εν ουρανω και επι γης
28:19 πορευθεντες ουν μαθητευσατε παντα τα εθνη βαπτιζοντες αυτους εις το ονομα του πατρος και του υιου και του αγιου πνευματος
28:20 διδασκοντες αυτους τηρειν παντα οσα ενετειλαμην υμιν και ιδου εγω μεθ υμων ειμι πασας τας ημερας εως της συντελειας του αιωνος αμην

Translit :
28:16 hoi de endeka mathêtai eporeuthêsan eis tên galilaian eis to oros hou etaxato autois ho iêsous
28:17 kai idontes auton prosekunêsan autô hoi de edistasan
28:18 kai proselthôn ho iêsous elalêsen autois legôn edothê moi pasa exousia en ouranô kai epi gês
28:19 poreuthentes oun mathêteusate panta ta ethnê baptizontes autous eis to onoma tou patros kai tou huiou kai tou hagiou pneumatos
28:20 didaskontes autous têrein panta hosa eneteilamên humin kai idou egô meth humôn eimi pasas tas hêmeras heôs tês sunteleias tou aiônos amên

bandingkan :

Matius 28:16-20 Naskah Bizantium
28:16 οι δε ενδεκα μαθηται επορευθησαν εις την γαλιλαιαν εις το ορος ου εταξατο αυτοις ο ιησους
28:17 και ιδοντες αυτον προσεκυνησαν αυτω οι δε εδιστασαν
28:18 και προσελθων ο ιησους ελαλησεν αυτοις λεγων εδοθη μοι πασα εξουσια εν ουρανω και επι γης
28:19 πορευθεντες μαθητευσατε παντα τα εθνη βαπτιζοντες αυτους εις το ονομα του πατρος και του υιου και του αγιου πνευματος
28:20 διδασκοντες αυτους τηρειν παντα οσα ενετειλαμην υμιν και ιδου εγω μεθ υμων ειμι πασας τας ημερας εως της συντελειας του αιωνος αμην

Matius 28:16-20 Naskah Tischendorf
28:16 οι δε ενδεκα μαθηται επορευθησαν εις την γαλιλαιαν εις το ορος ου εταξατο αυτοις ο ιησους
28:17 και ιδοντες αυτον προσεκυνησαν οι δε εδιστασαν
28:18 και προσελθων ο ιησους ελαλησεν αυτοις λεγων εδοθη μοι πασα εξουσια εν ουρανω και επι γης
28:19 πορευθεντες μαθητευσατε παντα τα εθνη βαπτιζοντες αυτους εις το ονομα του πατρος και του υιου και του αγιου πνευματος
28:20 διδασκοντες αυτους τηρειν παντα οσα ενετειλαμην υμιν και ιδου εγω μεθ υμων ειμι πασας τας ημερας εως της συντελειας του αιωνοςοι δε πορευθεντες ησφαλισαντο τον ταφον σφραγισαντες τον λιθον μετα της κουστωδιας

Bahkan pada naskah yang paling kritis, seperti Wescott & Hort yang biasa digunakan para sarjana Alkitab kalangan liberal untuk menyerang Alkitab pun memuat ayat-ayat tsb yang dipersoalkan sbb :

Matius 28:16-20 Naskah Wescott & Hort
28:16 οι δε ενδεκα μαθηται επορευθησαν εις την γαλιλαιαν εις το ορος ου εταξατο αυτοις ο ιησους
28:17 και ιδοντες αυτον προσεκυνησαν οι δε εδιστασαν
28:18 και προσελθων ο ιησους ελαλησεν αυτοις λεγων εδοθη μοι πασα εξουσια εν ουρανω και επι [της] γης
28:19 πορευθεντες ουν μαθητευσατε παντα τα εθνη βαπτιζοντες αυτους εις το ονομα του πατρος και του υιου και του αγιου πνευματος
28:20 διδασκοντες αυτους τηρειν παντα οσα ενετειλαμην υμιν και ιδου εγω μεθ υμων ειμι πασας τας ημερας εως της συντελειας του αιωνος

Lihat Terjemahan NIV, yang berdasarkan naskah UBS yang berbasis WH, di : http://www.biblegateway.com/passage/?se … version=31

Tuduhan:

Quote:
Perlu diketahui bahwa Yesus tidak menamakan ajarannya bernama Kristen. Kata Kristen pertama kali dikenalkan oleh Paulus di Antiokhia 41 M (Kisah Para Rasul 11:26) dan diangkat menjadi nama agama dalam Konsili Nicea.

Tanggapan:

Paulus tidak menciptakan kata “Kristen” dan “agama Kristen.”

Istilah Kristen (Yunani: χριστιανος – khristianos) berarti pengikut Kristus, bukan pengikut Paulus. Pengikut Paulus disebut golongan Paulus, dan istilah “golongan Paulus” itu justru ditentang oleh Paulus sendiri (1 Korintus 1:12).

Penulis Islam memang sering memojokkan Paulus seraya menuduh bahwa “agama” Kristen tidak didirikan oleh Yesus, melainkan oleh Paulus. Terhadap tuduhan itu, jelas sekali hal itu tidak benar karena jemaat Kristen (umat yang percaya Kristus) mula-mula terbentuk di Yerusalem , jauh sebelum Paulus bertobat, bahkan Paulus inilah yang menganiaya, mengejar, dan membunuh sebagian besar anggota jemaat yang mula-mula.

* Kisah Para Rasul 8:3
Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.

Paulus memang tidak bertemu secara langsung dengan Yesus pada saat Yesus berada di bumi. Tetapi Yesus menemuinya secara pribadi dalam suatu pengelihatan (Kisah 9:3-9; 22:6-11; 26:1-18) dan itulah yang membuat Paulus bertobat
Banyak serangan thd ajaran Paulus sebagai penyesat, tetapi Alkitab menulis secara jelas bahwa Murid-murid Yesus lainnya mengakui Paulus sebagai rasul.

* Kisah Para Rasul 15:22
Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu.

* 2 Petrus 3:15
Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

Tuduhan:

Quote:
Injil Matius 10:5-6 ‘Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”.(Dalam Injil Matius 10:5-6 Dalam Alkitab Bahasa Indonesia sehari-hari) “Kedua belas rasul itu kemudian diutus oleh Yesus dengan mendapat petunjuk-petunjuk ini, “Janganlah pergi ke daerah orang-orang yang bukan Yahudi. Jangan juga ke kota-kota orang Samaria. Tetapi pergilah kepada orang-orang Israel, khususnya kepada mereka yang sesat.”

Tanggapan:

* Matius 10:5-6
“Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: ‘Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.'”

Di dalam perikop itu ditemukan permulaan dari pengutusan Yesus kepada para murid-Nya. Kata bahasa Yunani yang di sini diterjemahkan dengan “berpesan” (Alkitab Kabar Baik dalam bahasa sehari-hari menulisnya dengan ‘mendapat petunjuk-petunjuk’) adalah kata ‘paragellô’. Kata ini sangat menarik. Di dalam bahasa Yunani kata itu mempunyai empat macam penggunaan:

(1) Kata itu adalah kata yang biasa dipakai di dalam ketentaraan, dalam arti memberi perintah atau komando.

Contoh:

* Kisah Para Rasul 23:22
“Lalu kepala pasukan menyuruh anak muda itu pulang dan memerintahkan (‘paragellô’) kepadanya: ‘Jangan katakan kepada siapapun juga, bahwa engkau telah memberitahukan hal ini kepadaku.'”

Dalam arti ini maka Yesus seolah-olah seperti seorang jenderal yang memerintahkan komandan-komandan-Nya pergi melakukan perintah; kepada mereka Yesus memberi pesan, sebelum mereka berangkat.

(2) Kata itu dipakai juga untuk memanggil teman untuk minta pertolongan. Di sini Yesus seolah-olah seperti seseorang yang mempunyai cita-cita tinggi, lalu memanggil teman-teman-Nya untuk menolongnya mewujudkan cita-cita tersebut.

(3) Kata itu dipakai untuk seorang guru yang memberikan aturan-aturan dan petunjuk-petunjuk kepada para muridnya. Di sini Yesus seolah-olah seperti seorang guru yang mengirimkan para murid-Nya ke dunia dan membekali mereka dengan ajaran dan pesan-pesan-Nya.

(4) Kata itu biasa dipakai dalam hubungan dengan perintah kerajaan. Di sini Yesus seolah-olah seperti seorang raja yang melepaskan para duta-Nya pergi ke dunia untuk menjalankan perintah-Nya dan berbicara bagi dan atas nama-Nya.

Perikop itu dimulai dengan suatu perintah yang sulit bagi setiap orang. Perikop itu mulai dengan melarang para murid untuk pergi ke kota-kota bangsa lain atau ke kota orang Samaria. Karena sulit dan anehnya perintah ini maka banyak orang yang berpendapat bahwa perintah itu mungkin bukan perintah Yesus. Larangan untuk pergi kepada orang lain dan suruhan untuk hanya memusatkan perhatian kepada orang Israel saja, nampak bertentangan dengan sikap Yesus sendiri. Ada orang yang berpendapat, bahwa perintah atau larangan seperti itu sebenarnya adalah buatan orang-orang Yahudi sendiri yang ingin agar Injil itu hanya bagi mereka saja. Orang-orang Yahudi inilah yang kemudian menaruh larangan atau perintah itu ke mulut Yesus dalam cerita ini. Mereka itu adalah orang-orang yang juga melawan Paulus, karena Paulus dengan keras ingin mengabarkan Injil kepada orang-orang non-Yahudi.

Menanggapi pandangan seperti di atas, perlu diingat beberapa hal. Kata-kata itu sebenarnya tidak terlalu aneh untuk Yesus. Kata-kata itu bukanlah ciptaan orang lain. Yesus sendirilah yang tentu telah mengucapkannya. Dan karena itu perlu ada penjelasan lebih lanjut.

Dapat dipastikan bahwa perintah itu bukanlah perintah yang tetap berlaku selama-lamanya. Di dalam kitab Injil sendiri ditemukan Yesus yang berbicara secara akrab dengan seorang wanita Samaria; bahwa Ia kemudian memperkenalkan diri-Nya kepada wanita itu. Ia juga menuturkan sebuah cerita kemanusiaan yang menarik kepadanya; Ia menyembuhkan seorang anak perempuan dari seorang wanita Tirus atau Sidon; dan Matius sendiri pada akhir kitab Injilnya menuturkan, bahwa Yesus mengutus orang-orang-Nya untuk pergi ke seluruh dunia untuk membawa Injil ke segala bangsa. Jadi penjelasannya bagaimana?

Pada waktu itu Yesus dan para murid-Nya sedang berada di daerah Galilea. Di situ Ia melarang para murid-Nya untuk pergi ke kota bangsa-bangsa lain. Artinya para murid tersebut tidak boleh pergi ke utara ke daerah Siria, tidak boleh ke timur ke daerah Dekapolis, dan tidak boleh ke selatan ke daerah Samaria. Jadi maksud dari perintah ini dalam kenyataannya adalah untuk membatasi wilayah perjalanan pertama para murid Yesus hanya di daerah Galilea saja. Untuk pembatasan itu ada tiga alasan yang penting:

(1) Di dalam rencana Allah orang-orang Yahudi mendapat tempat yang sangat khusus. Menurut keadilan Allah, mereka harus mendapatkan penawaran pertama terhadap Injil Memang benar bahwa mereka menolak Injil itu. Tetapi sejarah memang direncanakan begitu rupa, supaya mereka mendapat kesempatan yang pertama untuk menerima Injil itu.

(2) Kedua belas rasul Yesus belum dipersiapkan untuk memberitakan Injil ke luar negeri. Mereka tidak mengenal bangsa-bangsa luar; mereka belum memiliki pengetahuan serta cara-cara yang tepat untuk itu. Supaya Injil dapat dibawa kepada bangsa-bangsa lain, maka harus ada orang-orang seperti Paulus yang mempunyai perlengkapan yang memadai. Pemberitaan itu cenderung gagal kalau pemberitanya kurang mempunyai persiapan atau perlengkapan untuk tugas itu. Seorang pengkhotbah atau guru yang bijaksana akan mengakui keterbatasan dirinya; ia secara jelas juga akan tahu hal-hal yang cocok dikerjakannya dan hal-hal yang tidak cocok.

(3) Tetapi alasan utama dari perintah itu sebenarnya adalah yang berikut: setiap komandan yang bijaksana mengetahui bahwa ia harus membatasi sasaran. Ia harus mengarahkan serangannya pada satu titik pilihan yang jitu. Kalau ia menyebarkan kekuatan dan serangannya ke mana-mana sekali gus, maka ia akan menghambur-hamburkan kekuatannya dan menghadapi bahaya kegagalan. Makin kecil kekuatan yang dimiliki, maka makin terbatas pula sasaran yang harus dicapainya. Serangan yang diarahkan ke medan yang terlalu luas hanya akan membawa malapetaka diri sendiri saja. Yesus mengetahui hal seperti itu, sehingga Ia memusatkan wilayah jelajah pertamanya hanya ke daerah Galilea saja. Lagi pula Galilea, adalah satu-satunya daerah Palestina yang paling terbuka bagi Injil dan berita baru. Perintah Yesus itu jadinya adalah perintah sementara. Yesus adalah komandan yang bijaksana yang tidak mau menghambur-hamburkan kekuatan yang dimiliki-Nya. Dengan segala kecakapan-Nya Ia memusatkan tindakan-Nya hanya pada satu sasaran yang terbatas, agar bisa mencapai hasil yang setinggi-tingginya.

Urutan prioritas pengabaran Injil di era Yesus Kristus dan para rasul adalah pertama-tama orang Yahudi, kemudian orang Yunani. Prioritas ini terlebih-lebih berlaku bagi Yesus Kristus, yang tugas-Nya adalah memanggil umat Allah kepada pertobatan dan kepada pengenalan akan panggilan mereka melalui Mesias untuk membawa Injil kepada semua orang.

* Roma 1:16
“Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”

Selanjutnya, silahkan baca :

– BENARKAH YESUS RASIS DAN KASAR ? di benarkah-yesus-rasis-dan-kasar-vt47.html#p110

Artikel terkait :
– YESUS UNIVERSAL, di christmas-blessings-yesus-universal-vt48.html#p111
– Tuduhan Kontradiksi Perjanjian Baru No. 39. Injil untuk orang Israel atau semua bangsa?, di kontradiksi-perjanjian-baru-vt543-20.html#p1047
– Ucapan Yesus yang Sulit, 24: Jangan Pergi Kepada Orang Kafir, di 24-jangan-pergi-kepada-orang-kafir-vt1069.html#p3386

Tuduhan:

Quote:
Tetapi jika Injil Matius 28:19 ini dipaksakan untuk diakui kebenarannya, maka akan bertentangan dengan Injil Matius 15:24 dan 10:5-6.Injil Matius 15: 4 “Jawab Yesus: Aku diutus hanya kepada kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”.

Tanggapan:

Injil keselamatan itu untuk semua bangsa dan ini sudah ditetapkan sejak mulanya:

* Yohanes 3:16
LAI TB, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
KJV, For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.
TR, ουτως γαρ ηγαπησεν ο θεος τον κοσμον ωστε τον υιον αυτου τον μονογενη εδωκεν ινα πας ο πιστευων εις αυτον μη αποληται αλλ εχη ζωην αιωνιον
Translit Interlinear, houtôs {demikian} gar {karena} êgapêsen {mengasihi} ho theos {Allah} ton kosmon {manusia di dunia} hôste {sehingga} ton huion{anak} autou ton monogenê {yang tunggal/ yang unik} edôken {Ia telah memberikan} hina {supaya} pas {setiap (orang yang)} ho pisteuôn {percaya} eis {kepada} auton {Dia} mê {tidak} apolêtai {menjadi binasa} all {melainkan} ekhê {beroleh} zôên {hidup} aiônion {kekal}

Ayat di atas menulis bahwa Allah mengasihi dunia, kata “dunia” ini tentu tidak terbatas pada bangsa Israel saja, tetapi bermakna universal kepada semua manusia, syarat bagi manusia di dunia untuk menerima kehidupan kekal (keselamatan) adalah dengan cara percaya kepada Sang Anak-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus.

Mengenai Matius 15:4 lebih baik dibaca secara lengkap, bahwa sebenarnya karunia itu diberikan tidak hanya kepada Israel, tetapi juga bangsa-bangsa lain.

Matius 15:24 : “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”

Benarkah demikian?, Karena ayat tsb tidak berdiri sendirian, dan untuk memahaminya harus kita baca dan dipelajari pada keseluruhan ayat-ayat dalam satu perikopnya sbb :

* Matius 15:21-28 Perempuan Kanaan yang percaya
21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.”
23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.”
24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.”
26 Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
27 Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”
28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Ayat 24 Seringkali diklaim oleh orang-orang di luar Kristus sebagai suatu pernyataan yang rasialis. Padahal justru sebaliknya ada pengajaran yang sangat berharga bisa dipetik dari kisah itu. Yesus kala itu berada didalam lingkungan masyarakat yang memiliki pola pikir bahwa orang-orang Yahudi adalah umat pilihan Allah; sedangkan bangsa lain tidak berhak menerima berkat Allah. Bangsa lain lebih rendah dan sebagainya. Yesus menjawab “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”. Hal ini adalah untuk menguji iman perempuan tersebut dan bahkan lebih jauh lagi Yesus mengucapkan kata-kata yang kedengarannya “kasar” sekali yaitu “anjing”.

Mengapa Yesus menggunakan kata “anjing” dalam kasus tersebut? Karena memang orang-orang Yahudi menganggap orang-orang Kanaan rendah dan menyebut orang-orang Kanaan “anjing”.
Dan Yesus “sengaja” mengangkat topik ini.

KUNARION “ANAK ANJING”

Banyak orang Yahudi saat itu menyebut orang non-Yahudi sebagai anjing κυων – “kuôn”(Yunani).
Namun dalam perikop Matius 15:21-28 Yesus Kristus menggunakan bentuk diminutive (makna kecil) dari kata κυων – “kuôn” (anjing) dengan κυναριον – “kunarion” (anjing kecil), tempat rumah tangga, bukan anjing liar (KUON atau כלב – “KELEV”, Ibrani) .

* Matius 15:26
LAI TB, Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
KJV, But he answered and said, It is not meet to take the children’s bread, and to cast it to dogs.
TR, ο δε αποκριθεις ειπεν ουκ εστιν καλον λαβειν τον αρτον των τεκνων και βαλειν τοις κυναριοις
Translit interlinear, ho {Ia} de {tetapi} apokritheis {menjawab} eipen {berkata} ouk {tidak} estin {(itu) adalah} kalon {baik} labein {mengambil} ton arton {roti} tôn teknôn {anak-anak} kai {dan} balein {melemparkan} tois {kepada} kunariois {anjing-anjing (kecil/ piaraan)}

Dalam perikop Matius 15:21-28, Tuhan Yesus membandingkan kata-kata : “domba-domba yang hilang” (τα προβατα τα απολωλοτα – ‘ta probata ta apololota’, ayat 24), “anak-anak”, (τεκνον – “teknôn”, ayat 26 di atas) adalah orang Yahudi sebagai suatu bangsa dan umat Allah dalam pengertian luas, sedangkan bangsa lain tidak disebut anak.
“Roti”, (Yunani, αρτος – ‘artos’) yang dimiliki oleh bangsa Yahudi adalah mujizat Yesus Kristus dalam pelayanan-Nya menyembuhkan penyakit dan mengusir roh-roh jahat. “Anjing”, (κυναριον – ‘kunarion’, harfiah “anjing kecil” atau “anak anjing”), adalah istilah kalangan Yahudi bagi bangsa kafir. Yesus Kristus tidak berbicara menggunakan suara hati-Nya melainkan menggunakan ungkapan umum di kalangan Yahudi. Orang Yahudi biasa mengatakan bangsa kafir sebagai hewan buas di padang, kerbau, kambing dan keledai.

Suatu ilustrasi dari Zohar in Exodus:

    Seorang raja menyediakan makan malam bagi putra-putranya. Sementara mereka makan daging yang terhidang, raja ini memberikan tulang-tulang kepada anjing, tetapi karena putra-putranya tidak menyenangkan hati sang Raja, maka diberikannya daging yang terhidang kepada anjing-anjing. Demikianlah ketika bangsa Israel melakukan kehendak Allah, mereka makan sehidangan di meja Allah dan pesta itu disediakan bagi mereka, serta sisa-sisa makanan diberikan kepada bangsa kafir, tetapi saat mereka tidak melakukan kehendak Allah, maka pesta itu diberikan buat anjing termasuk segala sisa-sisa makanan.

Yesus Kristus mempertentangkan dua hal : anak-anak “teknôn” dan anak anjing “kunarion”, namun tanggapan perempuan kanaan itu menunjukkan iman dan kerendahan hatinya, yang merupakan inti dari pengajaran kisah ini.

* Matius 15:27
LAI TB, Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”
KJV, And she said, Truth, Lord: yet the dogs eat of the crumbs which fall from their masters’ table.
TR, η δε ειπεν ναι κυριε και γαρ τα κυναρια εσθιει απο των ψιχιων των πιπτοντων απο της τραπεζης των κυριων αυτων
Translit, hê de eipen nai kurie kai gar ta kunaria esthiei apo tôn psikhiôn tôn piptontôn apo tês trapezês tôn kuriôn autôn

Perempuan Kanaan ini tidak membela diri ataupun tersinggung dikatakan sebagai “kunarion”, namun ia mengambil kesempatan dari setiap kata yang diucapkan Yesus bahwa anak anjing “kunarion” akan memakan remah-remah ψιχιονo – “psikhiôn” (juga dalam bentuk diminutive) yang jatuh dari meja κυριων – “kuriôn”/ tuan kecil mereka, yaitu anak-anak tadi.
Dalam Markus 7:27 mencatat perkataan Yesus Kristus “biarlah anak-anak kenyang dahulu”, hal ini menimbulkan harapan bagi perempuan itu bahwa gilirannya akan tiba dan ia memperoleh hasilnya, bahwa Yesus Kristus melakukan penyembuhan bagi anaknya dari jarak jauh.

Haleluyah!

INTI PENGAJARAN

Satu hal yang kita harus perhatikan dalam kisah ini adalah bahwa Yesus telah menyembuhkan begitu banyak orang tetapi tidak semuanya memiliki IMAN seperti perempuan Kanaan ini, yang justru dari kalangan yang terhina dengan sebutan “anjing”. Bukan itu saja perempuan Kanaan tidak merasa tersinggung dan bahkan mempunyai keberanian untuk tetap memohon; ayat 27 Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”

Perempuan Kanaan itu tetap dengan berani memohon agar anak perempuannya disembuhkan oleh Yesus, luar biasa. Ia mengatakan bahwa ia tidak meminta apa yang diperuntukkan bagi orang Israel tetapi ia hanya meminta yang layak ia dapatkan, yakni remah-remahnya. Di sini kita melihat bagaimana besar imannya, karena ia tidak memaksakan kehendaknya tetapi ia benar-benar memfokuskan permohonnya kepada belas-kasihan dari Yesus. Ia tetap menganggap suatu anugerah walaupun dia hanya mendapatkan remah-remah, sesuatu yang tidak lagi dihargai orang lain.

Pelajaran besar yang diambil dari iman perempuan Kanaan itu bahwa dia tidak goyah ketika Yesus menjawab “tidak patutlah mengambil roti yang disedikan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”, dia balik menjawab dengan keberanian yang luar biasa “bahwa anjing yang berada di bawah meja itu makan remah-remah roti yang jatuh”.

Seorang perempuan dari kalangan kafir dan seorang dari warga kelas dua, keprihatinannya terhadap anak perempuannya telah membuat dia berani menembus batas-batas budaya, tradisi dan gender dengan ketabahan dan keberanian. Inilah yang kemudian membuat Tuhan Yesus menjadi kagum.

Dalam kejadian itu, terbukti bahwa pelayanan Yesuspun menembus batas-batas kebiasaan eksklusifitas Yahudi, Perempuan Kanaan itupun mendapat belas-kasihan dari Yesus. Perempuan ini telah datang pada alamat yang tepat, dia memiliki sikap yang benar, dan mendapatkan anugerah-Nya yang telah terbukti mendobrak pola pikir rasialis bangsa Yahudi masa itu. Yesus berkata “Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Yesus telah dibuat kagum oleh iman dan kesederhanaan pola pikir dari perempuan Kanaan itu. Pujian semacam ini sangat jarang diucapkan oleh Yesus!

INJIL UNTUK SEMUA BANGSA :

* Matius 10:5-6
Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

Ayat tersebut sering juga diklaim oleh kalangan non-Kristen, bahwa Injil hanya diperuntukkan bagi orang-orang Israel saja. Tetapi harus dipahami bahwa hal tersebut adalah merupakan perintah yang sifatnya temporary yang diperuntukkan ketika murid-murid Yesus melaksanakan awal-awal penginjilan. Bahwa Pengabaran Injil mempunyai tahapan-tahapan, mulai dari lingkungannya (orang-orang Yahudi), kemudian orang-orang di Yudea, Samaria, kemudian terus berjalan keluar, menyebar ke bangsa-bangsa lain (Kitab Kisah Para Rasul menuliskan perjalanan mereka mengabarkan Injil Yesus kepada bangsa-bangsa), Hal tersebut sesuai Amanat Agung Yesus Kristus :

* Matius 28:19-20
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Terlebih jauh lagi pada Kitab Kisah Para Rasul lebih jelas lagi tahapan-tahapannya bahwa pelayanan dimulai dari Yudea kemudian Samaria bahkan sampai ke ujung bumi.

* Kisah Para Rasul 1:7-8, menuliskan,
JawabNya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Yudea dan Samaria adalah langkah yang harus dilewati untuk kemudian sampai ke ujung-ujung bumi. Waktu murid-murid Yesus melangkah ke bangsa-bangsa, tentunya Yudea dan Samaria itu menjadi tanggung-jawab terlebih dahulu. Bagaimana mengukur keberhasilan mereka menjadi berkat bagi bangsa-bangsa adalah sangat tergantung kepada keberhasilan mereka melayani di wilayah Yudea dan Samaria. Kemudian dengan jelas pula kita baca dalam ayat dibawah ini :

* Kisah Para Rasul 16:10
Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.

Yesus memerintahkan murid-muridnya untuk keluar dari lingkup Israel dan mengabarkan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Rasul Paulus dikenal sebagai Rasul yang banyak melakukan terobosan-terobosan sehingga Injil bisa diterima oleh segala macam lapisan, orang Yahudi, non Yahudi dan bangsa-bangsa lain.

Yesus yang universal, artinya Karya Agung Keselamatan dan berkat Kehidupan Kekal dari Tuhan Yesus Kristus diperuntukkan kepada semua orang dan tidak dapat dibatasi oleh dinding-dinding suatu negara, suku bangsa, ras dan budaya.
Untuk itulah Dia datang. Dan semua orang dapat menikmati kasihNya.

Amin

Artikel terkait :
– YESUS UNIVERSAL, di christmas-blessings-yesus-universal-vt48.html#p111

– Studi Kata : ANJING, di anjing-vt636.html#p1478

– Ucapan Yesus yang Sulit, 26 : Biarlah Anak-anak Kenyang Dahulu, di 26-biarlah-anak-anak-kenyang-dahulu-vt1073.html#p3395

From : http://www.sarapanpagi.org

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s